Kabarnya Purnomo akan segera diberi surat penunjukan sebagai Menko Perekonomian ad interim pekan depan yakni pada tanggal 21 Mei 2008.
Ketika dikonfirmasi hal ini, Purnomo mengatakan dirinya belum mengetahui soal penunjukan itu. "Tidak ada kabar ke saya," ujarnya lewat pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (14/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mensesneg Hatta Rajasa sebelumnya mengumumkan, posisi Menko Perekonomian kemungkinan akan dijabat secara ad interim oleh seorang menteri senior. Tidak disebutkan siapa menteri senior yang dimaksud. Namun nama-nama yang disebut antara lain Menkokesra Aburizal Bakrie dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Purnomo sendiri tergolong cukup senior sebagai menteri. Jabatan Menteri ESDM sudah dijabat pria kelahiran Semarang itu sejak era pemerintahan Gus Dur. Jabatan Purnomo sebagai Menteri ESDM terus lanjut pada pemerintahan Presiden Megawati dan Presiden SBY.
Pro kontra pun timbul dalam penunjukan Purnomo sebagai Menko Perekonomian ad interim, pengamat ekonomi dari Indef, Fadhil Hasan menyatakan tidak setuju.
Purnomo menurut Fadhil selama menjabat sebagai Menteri ESDM tidak berhasil meningkatkan produksi minyak. "Dia harus bertanggung jawab, dia gak cocok, harus diganti," ujarnya.
Fadhil lantas mengajukan sejumlah nama yakni Tanri Abeng dan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam Kuntoro Mangkusubroto.
Anggota Komisi XI DPR Ramson Siagian mengatakan pihaknya tidak masalah jika Purnomo jadi Menko Perekonomian ad interim namun jika jadi Menko Perekonomian beneran alias definitif kurang pas.
"Jika bersifat sementara tidak masalah, tapi kalau untuk Menko Perekonomian definitif sepertinya kalau dilihat prestasi Purnomo selama Menteri ESDM jelas kurang menjanjikan akan datar saja," ujarnya.
Namun Ramson menyerahkan sepenuhnya soal pengganti Boediono kepada Presiden SBY. "Itu hak prerogatif Presiden," tegasnya.
(ddn/qom)











































