Â
"Jadi kalau disisi harga, bisa dibilang hampir zero. Tidak rugi, itu yang penting. Tidak seperti biosolar yang pemakaiannya lebih banyak tapi juga disubsidi," kata VP BBM Retail Pertamina Djaelani Sutomo ketika ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (14/2/2008).
Â
Kenaikan kandungan bietanol ini bersamaan dengan penurunan biodiesel di biosolar pada 11 April silam. Kandungan biodiesel di biosolar sendiri diturunkan dari 2,5% menjadi 1%.
Â
Alasannya adalah harga biodiesel yang semakin mahal, padahal tidak disubsidi pemerintah. Sehingga, Pertamina harus menanggung sendiri biaya biodiesel tersebut.
Â
Harga biosolar sama dengan harga solar, yaitu Rp 4.300. Tetapi, karena kandungan biodieselnya lebih mahal, jadi biaya pokoknya jadi lebih tinggi juga. Sementara pemerintah hanya menanggung selisih harga pasar dengan harga solar biasa. (lih/qom)











































