Demikian disampaikan VP BBM Retail Pertamina Djaelani Sutomo ketika ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (14/5/2008).
Menurutnya, penurunan ini disebabkan perbedaan harga yang makin besar antara BBM non subsidi dan BBM subsidi. "Pertamax dari 500 ribu KL tahun lalu jadi 400 ribu KL. Penjualannya turun karena delta harga yang makin besar," ujarnya.
Harga Pertamax saat ini untuk Jabodetabek bekisar Rp 8.750 per liter. Angka ini nyaris dua kalilipat harga Premium yang disubsidi, yaitu Rp 4.500 per liter.
Dengan harga yang seperti ini, banyak masyarakat memilih menggunakan Premium ketimbang Pertamax. Hal ini terbukti pada kuartal pertama 2008 dimana harga minyak terus naik, penjualan BBM subsidi pun sudah melebihi alokasi.
Kondisi seperti ini berbeda dengan ketika harga Pertamax dan Premium sempat berdekatan pada tahun lalu. Saat itu banyak masyarakat yang rela merogoh kantong agak lebih banyak untuk membeli BBM dengan oktan lebih tinggi. (lih/qom)











































