Pemerintah Minta Rakyat Jangan Panic Buying BBM

Pemerintah Minta Rakyat Jangan Panic Buying BBM

- detikFinance
Rabu, 14 Mei 2008 13:37 WIB
Pemerintah Minta Rakyat Jangan Panic Buying BBM
Jakarta - Menjelang kenaikan harga BBM, antrean di sejumlah SPBU semakin mengular karena aksi panic buying masyarakat. Permintaan BBM di sejumlah daerah pun sudah melebihi kebutuhan normal.

Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelum mengikuti rapat paripurna kabinet di kantor presiden, Jakarta, Rabu (14/5/2008).

"Sekarang ini permintaan meningkat. Di Jatim permintaannya 12% di atas kebutuhan normal dan Jabar butuhnya 18% di atas normal, karena ini terjadi rush buying, Panic buying. Kita minta masyarakat tenang. Kita kaji sekarang ini dalam rapat paripurna," urai Purnomo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purnomo, peningkatan permintaan itu terjadi karena macam-macam. Ada yang memang butuh, namun ada juga yang niatnya untuk menimbun.

"Salah satu rush buying ini kan karena masyarakat kecil ingin mengumpulkan. Mereka kumpul dan timbun, karena tahu kalau nanti ada kenaikan bisa dapat keuntungan dari situ," ujarnya.

Untuk mengantisipasinya, pemerintah akan memperkuat stok. Pertamina sudah diminta menambah pasokan dan memperkuat stok BBM yang saat ini masih cukup untuk 20-22 hari.

(lh/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads