Hal tersebut disampaikan Dirjen Pajak Darmin Nasution usai rapat pimpinan Depkeu, di Gedung D, Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (14/5/2008).
"Kita memang melakukan upaya-upaya itu untuk menaikkan penerimaan. Yang kedua ada kegiatan-kegiatan yang sebetulnya booming di samping ada kegiatan yang lambat sehingga kita masih lihat tidak perlu ada pengurangan dan penerimaan sampai April juga masih cukup bagus," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerimaan pajak jika ditambah dengan penerimaan pajak dari sektor migas maka bertambah Rp 22,3 triliun menjadi Rp 173,5 triliun. "Berarti growth-nya 44,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya.
Pada Januari-April, Ditjen Pajak diberi target mengumpulkan pajak non migas sebesar Rp 143,7 triliun. Jika ditambah dengan pajak migas maka targetnya menjadi Rp 155,3 triliun.
Sektor perkebunan dan tambang masih merupakan penyumbang pajak terbesar. Di samping itu sektor industri juga memberikan kontribusi pajak yang tidak kecil.
"Ya, makanya saya bilang kalau pun ada yang booming yang turun juga ada, kalau kita lihat itu kita bisa mencapai target APBN," ujarnya.
(ddn/qom)










































