Demikian terungkap dalam data BP Migas yang diperoleh detikFinance, Rabu (14/5/2008).
Ketiga lapangan itu adalah pertama Senoro, Sulawesi yang dikelola JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi. Kedua, lapangan Pulau Gading dan Sungai Kenawang yang dikelola JOB Pertamina-Amerada Hess. Ketiga lapangan Sadewa yang dikelola Unocal Indonesia Company/Chevron Indonesia Company.
Lapangan-lapangan ini tertunda karena berbagai sebab. "Untuk lapangan Senoro, PJBG dengan konsumen masalah harga gas masih belum tuntas. Sementara LNG-nya masih dalam pembahasan antara Senoro dengan Matindok," demikian keterangan dalam data tersebut.
Sementara lapangan Pulau Gading dan Sungai Kenawang masih harus menyelesaikan perubahan pasar gas dan liquid processing. Sedangkan lapangan untuk Sadewa, Chevron sedang melakukan re-evaluasi sub surface.
PoD Lapangan Senoro sudah disetujui sejak 2005 dengan investasi US$ 245,17 juta. Rencana produksi pada 2008 awalnya terdiri minyak sebesar 1.389,04 barel per hari dan gas sebesar 17,26 mmscfd.
PoD Lapangan Pulau Gading dan Sungai Kenawang disetujui sejak 2006 dengan investasi US$ 384,93 juta. Rencana produksi pada 2008 awalnya terdiri minyak sebesar 2.684,93 barel per hari, gas sebesar 58,96 mmscfd dan elpiji 3.369,79 barel ekuivalen per hari.
PoD Lapangan Sadewa, Kalimantan disetujui sejak 2006 dengan investasi US$ 316,9 juta. Rencana pada 2008 awalnya terdiri minyak sebesar 738 barel per hari, gas sebesar 14,4 mmscfd. (lih/ir)











































