Siang Malam Warga Antre BBM

Siang Malam Warga Antre BBM

- detikFinance
Rabu, 14 Mei 2008 18:57 WIB
Siang Malam Warga Antre BBM
Tuban - Selama dua pekan terakhir, warga terpaksa antre untuk mendapatkan BBM di setiap SPBU di wilayah Kabupaten Tuban. Hal itu terjadi setelah Pertamina Surabaya mengurangi pasokan BBM hingga 50 persen di setiap SPBU.

Jika sebelumnya setiap SPBU dijatah 32.000 liter per hari, kini tinggal sekitar 15.000 liter sehari. Antrean panjang hampir siang malam pun terjadi di setiap SPBU.

Jika siang hari antrean panjang dipenuhi pengendara motor dan mobil. Di malam hari, giliran para pedagang BBM eceran gantian menaruh ribuan jerigen di SPBU.

Pantauan detikFinance, Rabu (14/05/2008) siang, di sejumlah SPBU antara lain di wilayah ujung barat Pantura Tuban di Kecamatan Bancar, Tambakboyo, Jenu, Tuban kota, Palang, Rengel hingga SPBU di wilayah Widang, terjadi antrean panjang.

"Saya sejak pagi tadi sudah antri kulakan bensin dan solar disini. Tidak tahu, kenapa sekarang kok mulai terjadi kelangkaan," kata Mulyono, 35 tahun, pedagang eceran premium dan solar asal Desa Tuwiri Kulon, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban saat ditemui di SPBU Dasin, Kecamatan Jenu, Rabu siang kemarin.

Para pengecer BBM, ungkap Zaenuri pengecer lain asal Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko, Kabupaten TUban, sudah kehabisan stok dagangan. Sementara perburuan BBM telah dilakukan di seluruh SPBU yang ada di wilayah Tuban. Namun, hasilnya juga tetap saja sulit.

"Kemarin saya sempat mencari di SPBU Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya sama, disana juga tidak mendapatkan bensin," kata Zaenuri dengan nada kesal.

Sedangkan Dedi petugas SPBU Sleko, kota Tuban menyatakan, pengurangan jatah premium sudah terjadi sejak sekitar dua pekan lalu. "Pengurangannya kirimannya sampai separo. Biasanya sehari kita dikirim empat tangki, sekarang hanya satu tangki," ungkapnya.

Pemandangan memilukan justru terjadi di malam hari, para pengecer BBM berbaur dengan warga antre dengan menjejer ribuan jurigen di SPBU. Harapannya, bisa mendapatkan BBM untuk dijual kembali.

Kumpulan jerigen warga mulai terlihat sejak pukul 20.00 WIB. Rata-rata mereka merupakan pedagang eceran BBM di wilayah Tuban. Mereka biasanya bertahan hingga tengah malam. Jika stok habis maka antre diteruskan lagi malam berikutnya.

"Saya sudah ikut antre nitip jerigen tadi pagi. Tapi sampai sekarang belum dapat karena kiriman dari Surabaya belum datang," kata Kasturi, 31 tahun, pengecer BBM asal Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban di SPBU Sleko, Tuban, Rabu (14/05/2008) pukul 17.00 WIB.
(bdh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads