"Ini menjadi berita dunia, pasti orang akan datang dan kami BKPM akan memfasilitasi untuk langsung berinteraksi dengan Menneg BUMN. Saya sedang membicarakan dengan Pohang Steel dari Korea untuk membicarakan yang sama. Dengan China kita bicarakan juga, tetapi karena memang mereka lagi repot sendiri," ungkap Kepala BKPM Muhammad Lutfi di gedung Depperin, Kamis (15/5/2008)
Namun Lutfi mengatakan bahwa dirinya berada dalam posisi tidak bisa menentukan opsi mana yang paling baik untuk privatisasi KS. Tetapi ia menggarisbawahi bahwa apapun langkah yang diambil harus sejalan dengan tujuan dasar pemerintah yaitu peningkatan produksi KS.
"Pokoknya siapa saja, yang penting men-double-kan kapasitas nasional. Kalau dengan IPO KS bisa men-double-kan kapasitasnya, Ok," kata Lutfi.
Ia memperkirakan untuk bisa meningkatkan produksi KS hingga dua kali lipat dari saat ini yang hanya 2,5 juta ton per tahun diperlukan dana sebesar US$ 4 miliar, dari perkiraan semula US$ 2,5 miliar.
Menanggapi calon peminat KS yaitu Arcelor-Mittal yang disebut-sebut sebagai perusahaan investor yang hanya berbasis finansial bukan industrial. Lutfi menyanggah hal tersebut.
"Biar bagaimana pun itu tidak bisa dipisahkan, antara finansial investor dan industrialis. Mittal itu finansial investor, tidak. Mereka itu menguasai 1/4 besi baja khusus untuk mobil tentunya waktu membeli itu teknologinya kebeli juga, artinya mereka pemain yang benar. Mereka punya sales US$ 105 miliar artinya lebih besar dari GDP Singapura, artinya bukan hanya finansial investor mereka industrialis benar," ujarnya.
Dari itu semua ia kembali menekankan bahwa apapun pilihannya termasuk strategic sale, yang penting katanya prosesnya bisa transparan di bawah koordinasi Menneg BUMN dan Departemen Keuangan.
(hen/ir)











































