Justru dengan adanya proses strategic sale, kondisi KS bisa diperbaiki sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi baja nasional.
"Tujuan dari investasi ini bukan untuk menjual harta negara, tetapi kita ingin men-double-kan kapasitas," ucap Lutfi.
"Kita enggak ada janji apa-apa sama Mittal dan Essar, yang kita janjikan proses ini akan transparan dan kredibel," tambahnya.
Lutfi sangat mengharapkan dengan adanya proses ini bisa berlangsung tepat waktu, agar Indonesia tidak kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kinerja KS. Terlebih lagi kesempatan persaingan investasi di antara negara ASEAN ke depannya akan semakin ketat.
"Kita ini kan mau masuk masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015, kalau kita telat mungkin saja mereka investasi di Vietnam seperti Tata Steel. Karena mereka sudah komit US$ 3 miliar tahun kemarin, kita tinggal pilih menjadi negeri produksi atau negeri konsumsi," tanya Lutfi.
Nampaknya, Lutfi sangat terpaku dengan janji realisasi KS untuk meningkatkan produksinya sejak dua tahun lalu yang belum sempat terealisasi.
"Memang KS sudah punya rencana 5 juta ton pada 2011, saya setuju kasih kesempatan. Tapi pak Wapres sudah kasih kesempatan namun sampai hari ini belum ada tanda-tandanya," keluhnya. (hen/ir)










































