BPS sendiri mencatat jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima BLT saat ini berkurang sekitar 700.000 rumah tangga miskin menjadi 19,03 juta rumah tangga miskin dari 19,1 juta.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Arizal Ahnaf dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Update data penerima BLT ini akan dilakukan begitu BLT tahap pertama tahun ini dibagikan. BPS membutuhkan waktu untuk mengupdate data BLT selama 3 bulan.
"Aparat desa diberi wewenang untuk mengganti, katakanlah kalau ada yang sudah meninggal, pindah atau mereka yang dianggap tidak layak lagi," ujarnya.
Untuk penghapusan penerima BLT, harus dibahas terlebih dulu dengan tokoh desa. "Tidak bisa dilakukan sendiri," ujarnya.
Kini data penerima BLT sudah diserahkan ke PT Pos di 10 kota. "Datanya sudah diterima PT Pos, data yang diterima PT Pos sudah lebih dari 10 juta kepala keluarga," ujarnya.
(ddn/ir)











































