Hal tersebut disampaikan Koordinator Urban Poor Linkage (UPLINK) Wardah Hafidz dalam diskusi krisis energi di Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
"Kita tolak BLT, alternatifnya menunda pembayaran utang, minimal pembayaran utang atau dengan moratorium, bisa digunakan," serunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya FPR akan melakukan aksi serentak di 24 kota pada 21 Mei 2008 untuk menolak kenaikan BBM.
"Gerakan ini bukan hanya di Jakarta, karena yang terkena dampak adalah diseluruh Indonesia maka harus menjadi perlawanan di seluruh Indonesia," kata Koordinator FPR Rudhi HB Daman.
Β
Menurut Rudhi, ia juga menolak BLT dan kenaikan BBM, sebeb dalam pelaksanaanya justru yang diuntungkan adalah birokrasi pemerintah termasuk kebocoran dana.
Dalam tuntutanya FPR menuntut 4 hal yaitu menolak kenaikan BBM dan gas, turunnya harga kebutuhan pokok rakyat, menuntut dilaksanakannya reforma agraria sejati, dan nasionalisasi industri.
(hen/ddn)











































