Â
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu dalam jumpa pers di kantornya, Gedung BKF, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (15/5/2008).
Â
"Dengan asumsi kenaikan harga BBM 30 persen, pemerintah akan memperoleh penghematan sebesar Rp 34,5 triliun dan dari situ akan dialokasikan Rp 15,2 triliun untuk cadangan risiko fiskal APBN-P 2008 dan juga menutup defisit," jelasnya.Alasan pemerintah menutup defisit dari dana alokasi penghematan subsidi BBM adalah karena saat ini pembiayaan lewat Surat Utang Negara (SUN) dan pinjaman luar negeri sudah cukup mahal biayanya di tengah kondisi ekonomi yang masih guncang.
Â
"Saat ini yield dari SUN sudah tinggi dan bunga pinjaman luar negeri juga naik, jadi ongkosnya menjadi lebih mahal," ujarnya.
Â
Dalam hal ini maka rencana penerbitan SUN neto dikatakan Anggito akan turun dari rencana APBN P sebesar Rp 117,5 triliun. "Tapi saya belum tahu berapa besar penurunan SUN neto, tanya Pak Rahmat," ujarnya.
(dnl/ddn)











































