"Smart card itu kan seperti elpiji, dia pakai teori poco-poco. Maju, kemudian kita belajar dulu. kemudian mundur sedikit, kemudian maju lagi, mundur lagi, maju," kata Menteri ESDM di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (16/5/2008) malam.
Menurut Purnomo, pelaksanaan smart card tidak bisa simsalabim langsung sukses. Ia mencontohkan kasus program konversi minyak tanah ke elpiji yang sempat maju mundur, sebelum akhirnya kini sudah terkonversi total untuk Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, kata Purnomo, smart card baru akan ditetapkan pada September di Jawa Bali. Daerah berikutnya akan diterapkan smart card secara bertahan. (dnl/qom)











































