Petugas SPBU Jadi Sasaran Kemarahan Konsumen

Pembatasan BBM

Petugas SPBU Jadi Sasaran Kemarahan Konsumen

- detikFinance
Sabtu, 17 Mei 2008 14:01 WIB
Petugas SPBU Jadi Sasaran Kemarahan Konsumen
Jakarta - Petugas SPBU menjadi sasaran kemarahan para konsumen terkait aturan pembatasan pembelian premium dan solar yang ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero).

Seperti pantauan detikFinance di sebuah SPBU di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/5/2008), ternyata hampir semua konsumen yang akan mengisi bahan bakar untuk kendaraanya tidak mengetahui adanya pembatasan pengisian ini.

Aturan baru Pertamina yang tertuang dalam surat Pertamina No 501/F13100/2008-S3 tertanggal 15 Mei 2008 yang ditujukan ke semua SPBU di wilayah pemasaran BBM ritel region III. Surat tersebut baru diedarkan Pertamina pada Kamis (16/5/2008), sehingga baru tertempel pada sore hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikFinance, sebagian SPBU malah belum menempelkan peraturan tersebut, kendati masuk dalam region III yang meliputi jabodetabek dan Jawa bagian Barat.

Salah seorang petugas bernama Hadi dengan sabar terus menginformasikan kepada konsumen kalau saat ini Pertamina membatasi pengisian premium untuk mobil maksimum Rp 75.000 untuk satu kali pengisian.

"Saya capek mas harus menjelaskan terus menerus kepada pembeli, apalagi mereka selalu memarahi saya setiap kali saya memberitahu pembatasan ini. Saya kan cuma kuli mas, ikut perintah atasan," ujarnya dengan memelas.

Seorang konsumen SPBU yang akan mengisikan bahan bakarnya memprotes aturan pembatasan konsumsi premium ini, menurutnya aturan baru ini sangat lucu dan tidak jelas maksudnya.

"Lucu banget, kan kita beli bensin secara legal dan ini merupakan layanan umum masa harus dibatas-batasi, lagian kita juga beli memakai uang kok," jelasnya.

Seorang konsumen lain mengatakan aturan ini sangat aneh, sebab konsumen bisa saja bolak balik membeli tanpa dicatat nomor kendaraannya.

"Aneh sekali, tapi dengan aturan ini saya merasa kita akan menghadapi situasi yang lebih sulit lagi ke depannya," ujarnya.

Memang dari keluhan yang dilontarkan para konsumen memperlihatkan aturan yang ditetapkan Pertamina ini tidak disosialisasikan kepada masyarakat. Ini terbukti dari banyaknya konsumen yang masih tidak percaya ada aturan
pembatasan pengisian.

Selain itu Hadi sebagai petugas SPBU mengatakan, selama ini dengan lebarnya perbedaan harga antara premium dengan bahan bakar non subsidi, banyak mobil-mobil mewah yang mengisi bahan bakar premium. Bahkan dari pantauan di SPBU tersebut tampak tempat pengisian pertamax dan pertamax plus sepi pengunjung.

"Jadi kebijakan kenaikkan BBM ini cukup tepat, jangan sampai subsidi larinya hanya ke orang-orang kaya saja, sementara orang miskin tidak menikmati subsidi yang sama," katanya.



(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads