Smart Card Diterapkan Bertahap

Smart Card Diterapkan Bertahap

- detikFinance
Minggu, 18 Mei 2008 18:12 WIB
Smart Card Diterapkan Bertahap
Jakarta - Program penghematan subsidi dengan smart card akan diberlakukan secara bertahap. Pada akhirnya, subsidi hanya akan diberikan pada pemegang smart card, yaitu angkutan umum dan motor.

Berdasarkan data Departemen ESDM yang diperoleh detikFinance, Minggu (18/5/2008), untuk tahap awal pada 2008 smart card akan difokuskan di seluruh wilayah Jawa dan Bali.

"Untuk tahun 2008 seluruh wilayah Jawa dan Bali. Smart card diberlakukan pada kendaraan umum dan sepeda motor. Pada tahap ini penerapan smart card masih dalam proses β€œpembelajaran” dan monitoring penjualan BBM. Belum ada perbedaan harga jual BBM bagi pengguna smart card maupun yang tidak," demikian terungkap dalam data tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya adalah tahap transisi. Pada tahap ini mulai ada pembedaan harga antara BBM yang dijatah di-smart card dan yang di luar jatah. Jenis dan harga BBM yang masih sesuai dengan jatah smart card akan dihargai sesuai dengan ketetapan subsidi pemerintah.

Namun jika konsumen ingin membeli BBM di luar jatah smat card, maka harganya lebih mahal dibanding harga BBM subsidi di-smart card. Harga ini akan ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) atau Badan Usaha yang berkonsultasi dengan Menteri ESDM.

Kemudian pada tahap akhir atau lanjut, subsidi akhirnya hanya akan diberikan kepada pengguna smart card dengan volume yang ditetapkan.

Berdasarkan data tersebut, smart card merupakan alat kendali yang diterapkan dalam sistem pendistribusian bensin premium dan minyak solar secara tertutup. Alat kendali berupa chip yang memuat data pengguna serta jatah volume per kendaraan per hari. Chip tersebut melekat secara permanen pada kendaraan sehingga tidak dapat dipindahtangankan.

Pemerintah mulai memberlakukan smart card sebagai salah satu langkah penghematan konsumsi BBM. Subsidi dengan sistem tertutup seperti ini dilakukan karena subsidi dengan sistem terbuka selama selama ini banyak yang salah sasaran.


(lih/mly)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads