Penjualan Sepeda Motor Bakal Terdongkrak Kenaikan BBM

Penjualan Sepeda Motor Bakal Terdongkrak Kenaikan BBM

- detikFinance
Senin, 19 Mei 2008 10:13 WIB
Penjualan Sepeda Motor Bakal Terdongkrak Kenaikan BBM
Jakarta - Kenaikan harga BBM diprediksi akan mendorong pengalihan penggunaan alat transportasi dari kendaraan roda empat atau mobil ke kendaran roda dua atau sepeda motor.

Berdasarkan prediksi itu PT Tunas Ridean Tbk (Tunas Group) tetap optimistis penjualan sepeda motornya tidak akan turun meski pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak awal Juni nanti. Sebab masyarakat tetap membutuhkan alat transportasi untuk mendukung mobilitasnya.
   
Managing Director PT Tunas Ridean Tbk, Rico Setiawan mengatakan Tunas Ridean (Tunas Group) menargetkan penjualan sepeda motor baru naik 22% atau mencapai 118.800 unit. Namun Tunas Ridean juga optimistis, penjualan mobil barunya tahun ini akan mencapai 24.270 unit atau tumbuh 33% dibandingkan tahun lalu.
   
Begitu pula dengan Untuk Tunas Finance, tahun ini diproyeksikan membelanjakan pinjaman baru sebesar Rp 2,4 triliun atau meningkat 33% dari tahun lalu. Namun untuk divisi finance diperkirakan akan sedikit terpengaruh akibat rencana kenaikan harga minyak.
   
Sebab bakal ada tunggakan pembayaran cicilan akibat naiknya biaya hidup akibat kenaikan harga minyak. Tapi Tunas Ridean optimistis besarnya tunggakan masih bisa ditoleransi. "Jadi masih oke bagi kami," kata Rico dalam siaran pers, Senin (19/5/208).
   
Sedangkan Tunas Rental ditargetkan dapat mengoperasikan 4.100 unit kendaraan sewa atau bertambah 37%. Devisi rental diyakini tidak akan terpengaruh kenaikan bahan bakar minyak. Sebab klien Tunas Rental bukan masyarakat umum, tapi kalangan industri atau korporat.
   
Rico memprediksi, jika pasar otomotif nasional terkoreksi akibat kenaikan harga minyak yang rencananya mencapai 30%, maka penjualan divisi otomotif Tunas Ridean akan mengalami penurunan berkisar 10-20%. "Tapi kami masih optimistis. Karena pasar tidak akan turun sedrastis dahulu, yakni hingga 50%, saat harga minyak naik pada Oktober 2005," katanya.
   
Hingga April lalu, kondisi pasar otomotif nasional masih belum terpengaruh akibat rencana pemerintah menaikkan harga minyak. Pada April lalu, pasar otomotif masih tumbuh 40%. Karena itu proyeksi perusahaan yang menargetkan penjualan mobil naik 33% pada tahun ini belum dikoreksi. Perseroan juga belum memperhitungkan faktor rencana kenaikan suku bunga perbankan akibat laju inflasi pada kuartal pertama tahun ini.
   
Hingga triwulan pertama tahun ini, Tunas Ridean mencatat laba bersih Rp 58 miliar atau naik 28% dibandingkan periode sama 2007, yang mencapai Rp 45 miliar. Bahkan di luar keuntungan derivatif dan selisih kurs, laba bersih Tunas Group meningkat 50% menjadi Rp 56 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu.
(ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads