Pada perdagangan Selasa pagi, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Juni naik menjadi US$ 127,24 per barel dari US$ 127,05 pada perdagangan Senin. Sebelumnya, harga minyak sempat menyentuh rekornya tertingginya di level US$ 127,83 per barel.
Di tengah meroketnya harga minyak, Arab Saudi memutuskan menaikkan tingkat produksinya sebesar 300 ribu barel per hari. Arab Saudi yang merupakan produsen minyak terbesar akan memproduksi 9,45 juta barel per hari pada Juni nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak terlihat tanda-tanda adanya koreksi harga minyak yang signifikan," katanya seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2008).
Malahan, dengan perdagangan minyak yang ketat seperti ini, membuat para spekulan makin tergiur berburu minyak. Sehingga harga minyak pun diprediksi bisa menembus US$ 130 tidak lama lagi.
"Ketatnya perdagangan di pasaran membuat para investor membelanjakan uangnya untuk minyak. Jadi ujian psikologis ini akan membuat harga minyak menjadi US$ 130 per barel dalam waktu dekat," katanya. (lih/ary)










































