Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia IRIF 2008 sekaligus ketua DPD RI Irman Gusman, dalam acara konferensi pers di Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
"Hal ini sesuai dengan tujuan DPD-RI yaitu bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan proyek-proyek di daerah," kata Irman.
Menurut Irman, beberapa proyek itu antara lain sektor agrobisnis, biofuel, infrastruktur, migas, pertambangan, pariwisata dan lain-lain. Sehingga diharapkan dari forum ini investasi di daerah semakin meningkat.
"Ujung dari investasi ini intinya pengangguran dan kemiskinan bisa berkurang," katanya.
Dalam sektor Agrobisnis akan ditawarkan 40 proyek diantaranya industri pengolahan ikan di Sumatera Barat, perkebunan dan pengolahan teh di Jawa Barat, peternakan di Tulangbawang.
Sedangkan untuk proyek infrastruktur berjumlah 44 proyek diantaranya penyulingan minyak Bojonegara, Jembatan Panajam-Balikpapan, Jembatan Batam-Bintan, terminal Agribisnis Balaraja, Bendungan Karian, Jalan Tol Cilegon Bojonegoro, Pelabuhan internasional Bojonegoro, Pelabuhan Kaliwungu, Bandara Sangkimah Kutai dan terminal peti kemas internasional.
Beberapa proyek yang diperkirakan memakan biaya besar diantaranya proyek penyulingan minyak Bojonegara yang menelan biaya US$ 4 miliar dan yang terkecil proyek peternakan di Sulawesi Tengah yang hanya mencapai US$ 81.000.
Acara ini akan dibuka oleh Presiden SBY dan dihadiri oleh konglomerat dunia diantaranya Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan Komisaris Utama Sima Darby Tun Musa Hitam dan CEO Khazanah Nasional Dato Azman bin Hj. Mokhtar. Acara ini juga akan dihadiri 1000 peserta baik dalam maupun luar negeri.
(hen/qom)











































