Hal tersebut disampaikan Dirut PT Pertamina (persero) Ari Soemarno usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Garuda, Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
"Kita akan memperbaiki prosedur kita, sehingga nantinya kita bisa membeli minyak semacam itu, karena memang murah dan terbukti ketika diproses di kilang, ternyata bagus dan beda dengan minyak yang normal. Jadi jauh menguntungkan dan tidak ada masalah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ari menegaskan, proses impornya sudah sesuai tender. "Nah kemarin ribut mungkin karena prosedurnya yang belum dipahami dan belum baku, dan sekarang kita sedang perbaiki. Dalam impor yang kemarin itu prosedurnya semua sudah ikut melalui tender, silahkan saja anda lihat tendernya seperti apa," ujarnya.
Pertamina sudah melaporkan proses tender kepada Komisi VII DPR dan sudah dibahas di kalangan internal Pertamina.
"Kita sudah melapor dan berbicara dengan Komisi VII, dan sudah dibahas internal juga, tidak ada penyelewengan itu murni tapi kita kan memperbaiki prosedur kita," ujarnya.
(ddn/qom)











































