Harga minyak yang tinggi menjadi salah satu faktor utama PLN masih merugi di tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai menghadiri upacara Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Garuda, Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk perubahan target ini, PLN pun berencana merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Sekretaris Menteri BUMN Said Didu menjelaskan, PLN akan meraih laba pada tahun ini setelah mengalami kerugian Rp 1,5 triliun pada 2007 .Prediksi kerugian ini tidak lepas dari kenaikan harga minyak yang terjadi terus menerus sejak tahun lalu. Bahan bakar minyak merupakan komposisi terbesar dari biaya energi PLN. Biaya energi PLN sendiri mencapai 70% dari total biaya operasional perseroan.
Untuk itu, PLN menargetkan adanya efisiensi yang bisa menghemat anggaran sebesar Rp 5 triliun. Efisiensi yang dilakukan antara lain dengan mengganti BBM jenis HSD (high speed diesel) ke MFO (marine fuel oil) yang lebih murah.
Kemudian mempercepat pengalihan BBM ke gas, menekan loss administrasi dan jaringan, dan mengupayakan penghematan konsumsi listrik masyarakat. (lih/ddn)











































