Hal tersebut disampaikan Dirjen Anggaran Departemen Keuangan Ahmad Rochjadi usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di komplek Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
"Jadi sama saja dengan gaji bulan pertama, kan diambil dari mana-mana yang ada saja dulu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana yang dibutuhkan untuk penyaluran BLT Rp 14,1 triliun terdiri dari Rp 13,37 triliun untuk disalurkan ke masyarakat (untuk BLT-nya), sisanya untuk operasional dan untuk monitoring BLT di berbagai departemen.
Sementara mengenai data penduduk yang mendapatkan BLT, Ahmad mengatakan pemerintah akan tetap memakai data lama meskipun ada penduduk miskin yang
belum tercatat. "Tapi di 2009 akan ada updating data lagi, habis bagaimana kalau tidak kan tidak akan ada kepastian," ujarnya. (dnl/ddn)











































