Pada perdagangan Rabu (21/5/2008) seperti dikutip dari AFP, minyak jenis light pengiriman Juli menembus US$ 130,28 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$ 130,25 per barel atau berarti naik 1,27 dolar.
Untuk minyak jenis Brent sempat menembus US$ 129,92 per barel, sebelum akhirnya surut ke US$ 129,74 atau naik 1,90 per barel. Goldman Sachs sebelumnya memrediksi harga minyak mentah dunia akan menembus US$ 141 per barel. Lonjakan harga terjadi akibat kekhawatiran kurangnya suplai, sementara OPEC menolak untuk menambah produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melemahnya dolar AS dan tren baru-baru ini membuat analis terus merevisi harga minyak naik," ujar David Moor, analis dari Commonwealth Bank of Australia.
Harga minyak terus menciptakan rekor yang mencengangkan berbagai kalangan. Inilah catatan perjalanan harga minyak mentah dunia sebelum mencatat rekor tertingginya sejauh ini:
- 1970: Pangeran Saudi mematok harga minyak mentah pada US$ 1,80 per barel
- 1974: Harga minyak tembus US$ 10 per barel, akibat perang Arab-Israel pada era 1973
- 1979: Revolusi Iran memaksa harga minyak tembus US$ 20 per barel
- 1980: Harga minyak mencapai US$ 30 dan US$ 39 pada awal 1981 karena perang Irak-Iran
- 1990: Irak menginvasi Kuwait dan melontarkan harga minyak di US$ 40 per barel
- Agustus 2005: Harga mencapai US$ 70 per barel setelah Badai Katrina menghantam Teluk Meksiko dan merusakkan sebagian fasilitas minyak
- Januari 2008: Harga minyak untuk pertama kalinya menembus US$ 100 per barel karena kekisruhan di Nigeria, masalah di Pakistan dan masalah dalam perekonomian AS.
- 13 Maret 2008: Harga minyak jenis light menembus US$ 110 sejalan dengan terus melemahnya dolar AS.
- 6 Mei 2008: Harga minyak tembus US$ 120 per barel sejalan dengan optimisme membaiknya perekonomian AS
- 21 Mei 2008: Harga minyak akhirnya tembus US$ 130 per barel karena ketidakjelasan soal suplai ditengah meningkatnya permintaan.
(qom/ddn)











































