"Tapi kalau dilihat, subsidi BBM ini masih cukup besar dengan kenaikan harga BBM 28,7%. Jadi dalam hal ini pemerintah masih besar pengeluaran subsidinya untuk masyarakat menengah ke atas melalui subsidi BBM ini," kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (21/5/2008).
Menurut Menkeu, porsi dana alokasi untuk program kemiskinan dan subsidi BBM memang belum ideal. Namun pemerintah tak bisa menaikkan harga BBM terlalu besar karena bisa meningkatkan beban masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dampak kenaikan harga BBM, menurut Sri Mulyani memang akan menghantam Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK). Ini berdasarkan pengalaman saat kenaikan harga BBM Oktober 2005 lalu.
"Berdasarkan pengalaman tahun 2005, sebelum kenaikan, Indeks Kepercayaan Konsumen menurun karena APBN kita terlalu banyak menanggung subsidi. Namun setelah BBM dinaikkan, indeks kepercayaan itu kembali membaik dalam waktu 2 bulan," terang Menkeu.
Terkait daya beli masyarakat, Menkeu meyakini angkanya tidak terlalu banyak berpengaruh. Berdasarkan pengalaman tahun 2005, angka penjualan motor dan mobil masih meningkat, demikian juga dengan penjualan ritel.
Terkait inflasi, menurut Menkeu yang paling besar adalah di sektor transportasi, pupuk, bahan kimia dan semen.
"Kalau kenaikan 30%, inflasi sektor transportasi meningkat 10,03% pada bulan kenaikan harga BBM dilakukan. Namun pemerintah memperkirakan untuk investasi dan PDB tidak akan berdampak besar dengan kenaikan harga BBM yang maksimal 30%," pungkas Menkeu.
(qom/ddn)











































