"Tentu akan ada koreksi apalagi pertumbuhan ekonomi juga akan dikoreksi pemerintah dengan situasi ekonomi seperti ini," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris.
Hal itu diungkapkan Fahmi sebelum acara pelantikan Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) di Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski industri sudah menggunakan BBM non industri, kenaikan harga BBM 28,7% tetap akan mempengaruhi struktur biaya terutama biaya angkut atau distribusi.
"Ini kan kenaikannya masih di bawah 30% saya kira tidak akan terlalu berdampak banyak ke industri, lagi pula industri kan BBM-nya sudah lama yang memakai non subsidi. Tapi ongkos transportasi akan naik. Namun kenaikannya tidak identik dengan kenaikan 28,7%," ujar Fahmi.
Tapi untuk industri yang besar melahap energi, Fahmi mengakui kenaikan BBM ini akan mempengaruhi kenaikan harga yang cukup besar. "Terutama untuk sektor transportasi akan berdampak cukup besar," katanya.
Menurut Fahmi, pada perusahaan yang mampu menyesuaikan diri pasti bisa langsung menyesuaikan harga dari barang produksinya.
Tapi untuk perusahaan yang tidak bisa menyesuaikan dengan harga BBM, Fahmi melihat perlu diberi insentif baik itu fiskal dan non fiskal agar mampu menyesuaikan diri.
(dnl/ir)











































