Dari jadwal yang dirilis oleh kantor pos, seharusnya 527 warga miskin dari kelurahan Layang harus menerima BLT di kantor pos Makassar, pukul 08.00-10.00 Wita.
Banyak Rumah Tangga Miskin (RTM) yang ditemui, Kamis (22/5/2008) mengaku belum tahu, padahal pada tahun 2005 lalu mereka juga menerima BLT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sama halnya dengan Erna, 38 tahun, tetangga Maryamah, ibu 5 anak ini. Istri dari Amir yang berprofesi sebagai tukang becak, belum mengetahui keluarganya menjadi sasaran pembagian BLT.
Ahmad, 45 tahun, warga jalan Tinumbu Dalam, kel. Layang juga belum tahu dirinya akan ikut antri di kantor pos untuk mencairkan dana BLT seperti yang pernah ia lakukan tahun 2005 lalu. Menurut Ahmad, seringkali BLT salah sasaran di daerahnya dan langkah pemerintah menaikkan BBM tetap saja tidak mengurangi penderitaannya sebagai warga miskin.
Silawati, ketua RT 7/RW 4 kelurahan Layang, pun bingung akan kejelasan cairnya dana BLT untuk warganya yang terdiri dari 30 kepala keluarga yang diusulkan mendapat BLT.
"Saya sudah sering ditanya oleh warga saya soal BLT. Saya juga bingung mau jawab apa pada mereka. Pihak kantor kelurahan saja belum memberikan informasi pada saya." jelas Silawati saat dikunjungi oleh detikFinance di rumahnya, pada pukul 14.00 Wita.
(qom/qom)











































