Kartu pintar BBM atau smart card akan mulai dibagikan pada 1 September 2008 di Pulau Jawa dan Bali. Namun penerapan secara efektif baru dilakukan pada awal 2009.
Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, pada September hingga Desember 2008 baru akan dilakukan sosialisasi dan pemerataan smart card di seluruh Jawa dan Bali.
"Smart card baru mulai didistribusikan 1 September dan pada 31 Desember bisa selesai di seluruh Jawa Bali. Setelah itu baru kita ke tahap selanjutnya. Jadi mungkin baru 2009," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim, pada masa sosialisasi di September tidak akan ada perbedaan harga. Karena pada masa ini lebih bertujuan menguji kehandalan teknologi dan perilaku pengguna smart card.
"Jadi pada masa sosialisasi, kita melihat bagaimana kehandalan teknologi, dan kecakapan manusianya. Mereka familiar atau nggak. Jadi September dibagikan, mereka sosialisasi. Kalau tidak handal bisa diperbaiki, karena kalau sudah diberlakukan sudah sulit diperbaiki," katanya.
Karena selama masa sosialisasi smart card tidak diberlakukan perbedaan harga, maka potensi penghematannya pun juga belum berlaku.
Â
Namun Ibrahim menegaskan, target penghematan smart card akan tercakup dari dampak kenaikan harga BBM dan program-program penghematan lainnya.
Â
"Dengan kenaikan harga akan berdampak ke konsumsi. Yang tadinya mau jalan-jalan mungkin mikir-mikir. Apalagi dengan harga yang tadinya Rp 4.500 jadi Rp 6.000. Ditambah lagi kombinasi dengan program-program lainnya," kata Ibrahim.
(lih/ddn)











































