Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Nurdin Manurung dalam acara konferensi pers di gedung Departemen Pekerjaan Umum (PU), Kamis (22/5/2008).
"Untuk tender 11 ruas tol kami akan melakukan prakualifikasi plus-plus artinya hanya investor yang punya modal saja yang bisa lolos, yang punya equity yang cukup saja baru kita loloskan," ungkap Nurdin.
Hal ini, lanjut Nurdin, tidak terlepas dari pengalaman sebelumnya yang banyak timbul masalah karena terbentur permodalan dari investor tol.
"Kami tidak mau menambah daftar panjang, yang 3 tahun belum melakukan apa-apa. Untuk equity sedang dirumuskan, apakah terkait laporan keuangan tahun terakhir, kita tidak mau kecolongan lagi mendapat investor yang setelah PPJT road show cari dana kemana-kemana," ucapnya.
Dalam kurun lebih 30 tahun, Indonesia hanya mampu merealisasikan ruas tol 676,27 Km saja antara tahun 1978-2008.
Padahal hasil rekapitulasi progres jalan tol per Mei 2008 terdapat 2.885,97 Km yang ditargetkan tercapai, termasuk didalamnya tol yang sudah beroperasi, masa kontruksi 92 Km, pembebasan tanah 676 Km, pemutusan kontrak PPJT 33 Km, persiapan PPJT 180 Km, persipan tender 11 ruas 483,5 Km, dibangun pemerintah 90,91 Km dan lain-lain 652 Km.
(hen/qom)











































