BLT Ruwet, Rakyat Mumet

BLT Ruwet, Rakyat Mumet

- detikFinance
Jumat, 23 Mei 2008 10:19 WIB
BLT Ruwet, Rakyat Mumet
Jakarta - Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) memang terkesan tergesa-gesa. Kekisruhan seputar informasi pembagian BLT telah membuat rakyat miskin semakin sengsara.

Misalnya yang terjadi pada hari ini. Sebagian masyarakat penerima BLT sebelumnya telah mendapat pengumuman bahwa mereka akan mendapatkan dana kompensasi itu pada hari ini. Namun nyatanya, setelah jauh-jauh datang dengan ongkos yang mahal, mereka harus pulang dengan tangan hampa.

Contohnya warga yang sudah jauh-jauh datang silih berganti di Kantor Pos cabang Kecamatan Kebayoran Lama Selatan, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2008), sejak pukul 07.00. Dari pantauan detikFinance, terlihat bagaimana warga hanya bisa terbingung-bingung, sementara petugas terlihat lelah memberi penjelasan.

"Aduh, capek saya mas, mana ongkosnya saya kesini mahal, eh gak taunya batal, gak jelas kapan dibagikannya," ujar seorang warga bernama Siti (60 tahun) kepada detikFinance di kantor pos cabang Kecamatan Kebayoran Lama.

Siti yang sudah tidak bekerja lagi ini datang sendirian, dari rumahnya yang berjarak cukup jauh. Wanita tua itu harus rela mengeluarkan Rp 7.000 yang biasa digunakannya untuk membeli beras demi ongkos angkutan sekali jalan ke kantor pos. Siti mengaku uang Rp 100.000 dari BLT itu sangat berarti bagi dirinya,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian warga lain yang datang dan kecele lantas bertanya kepada Petugas mengenai kapan BLT dicairkan. Sayangnya, Mulyana si petugas Kantor Pos itu bahkan tidak berani memberikan kepastian kapan akan dicairkan.

"Belum ada kepastian sama sekali, saya tinggal tunggu perintah atasan. Memang rencananya hari ini, tapi tadi pagi berubah lagi. Jadi bisa saja besok atau kapan," katanya.

Karena tidak adanya kepastian, sebagian warga masih enggan pulang dan memilih duduk-duduk di depan Kantor Pos, sembari berharap BLT segera dapat dikucurkan hari ini.

Selain harus sabar menjelaskan soal penundaan BLT, Mulyana pun harus dengan sabar memberi penjelasan kepada warga yang salah tempat karena informasi yang tak jelas dari Ketua RT yang bersangkutan.

"Ibu salah, kan sudah tertulis di kartu (BLT) ini, Ibu datangnya ke Kantor Pos Fatmawati," jelasnya kepada seorang wanita tua yang bertanya kepadanya.

Wanita tua itu mengaku Ketua RT di tempat tinggalnya mengatakan Kantor Pos untuk mengambil BLT adalah di cabang Kebayoran lama, sehingga dia langsung "meluncur" untuk mengambil dana BLT.

Ternyata cukup banyak warga yang diberikan arahan salah oleh Ketua RT tempat tinggalnya, sehingga Mulyana harus menjelaskan kepada puluhan warga yang datang bergantian. Kejadian ini juga mengguggah hati warga yang datang hanya untuk berkirim surat.

"Kasihan Mas mereka, pemerintah kok ngebohongin rakyat kecil terus, orang-orang kaya selalu dilindungi, hidup mereka sudah susah, ditambah susah dibohongin," ujar Ratna (45 Tahun) warga sekitar yang datang mengirim surat kepada kerabatnya.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads