Â
"Kami ini seperti dipermainkan. Apa sih maunya pemerintah?" kata Sodikun (41), Warga RT.010 No.12, Pasundan, Kalidoni, kepada detikFinance, Jumat (23/05/2008).
"Kecewa nian, kecewa. Sudah lapar dan haus. Ongkos habis, duit tidak ada," lanjutnya.
Â
Puluhan warga lain mengeluhkan hal senada. Ada yang langsung pulang setelah mendapat penjelasan petugas, tetapi ada juga yang memilih bertahan. Nuraini (36) yang membawa serta anaknya Roman (4), mengaku tidak punya ongkos balik ke rumah di kawasan Tanggabuntung.
"Tolong bantu ongkos kami, dik," pintanya.
Â
Kepala Kantor Pos Besar Palembang, Jan Pieter, mengatakan, waktu pembagian akan diumumkan lewat media massa dan instansi pemerintahan. Ia minta warga bersabar.
Â
Dijaga Brimob
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
"Kami di sini untuk mengantisipasi kericuhan warga sehubungan penundaan pemberian BLT," kata Kenedy, Personil Brimob sembari mengakui adanya pembatalan mengakibatkan personilnya berkeja keras memberi pengertian pada warga yang masih bertahan di kantor Pos.
Â
Dengan menggunakan pengeras suara, beberapa petugas Satbrimob Polda mendatangi warga sambil memberikan pengertian bahwa dan BLT tidak turun hari ini. Melainkan masih menunggu keputusan resmi dari Presiden yang akan disampaikan melalui media massa dan televisi.
(tw/qom)











































