Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang ditemui usai Salat Jumat di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
"Kalau saya komentar setiap hari bisa repot ya. Secara global kita harus menerima kenyataan ini, berusaha keras meredam dampak selanjutnya. Harga minyak dan pangan meningkat. Anda tahu bahwa Singapura saja inflasinya 7,5%. Itu hanya 2%. Jadi memang masalah dunia," urainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan inflasi tahunan pada Mei bisa melonjak di atas 10% dengan adanya kenaikan harga BBM.
Mengenai kenaikan BI Rate untuk mengantisipasi lonjakan inflasi, menurut Boediono hal itu akan dinilai oleh Dewan Gubernur.
"Pokoknya kita melihat situasi nanti ada asesment dari Dewan Gubernur. Kita katakan kita ingin meredam dampak sekunder dan tersier dari semua ini dengan kebijakan moneter. Jika diperlukan kita akan laksanakan," urainya.
(qom/ddn)











































