Menurut VP Komunikasi Pertamina, pihaknya menyerahkan pada aparat SPBU-SPBU mana saja yang diperkirakan rawan kerusuhan.
"Makanya kalau tidak kondusif, kita akan kerjasama dengan aparat untuk mengamankan SPBU kita. Kita serahkan kepada aparat mana SPBU yang rawan, mana yang normal. Ini kan tidak pertama kali, jadi SOP-nya sudah ada, tinggal eksekusinya saja," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
Ia menambahkan, hingga kini belum ada persiapan khusus kecuali penambahan pasokan BBM SPBU 5% diatas rata-rata sejak beberapa waktu lalu.
Bahkan Dirut Pertamina Ari Soemarno menyatakan, biasanya Pertamina baru diberitahu beberapa jam sebelum kenaikan harga BBM berlaku.
"Dari dulu juga begitu, baru dikasih tahu beberapa jam sebelumnya. Kalau sudah siap, baru dikasih," katanya.
Wisnuntoro memperkirakan, kenaikan konsumsi BBM beberapa hari belakangan mulai melandai. Jika sebelumnya kenaikan konsumsi di beberapa daerah sampai 30%, kini tinggal 10%.
"Berapapun kenaikannya, kan sudah kita limit pasokan hanya tambah 5%. Apalagi setelah naik nanti, lihat saja dalam dua minggu misalkan, konsumsi akan turun," ujarnya. (lih/qom)










































