Sofyan mengatakan pembicaraan ini perlu dilakukan karena persoalan ini melibatkan KS sebagai BUMN yang tentunya harus melibatkan banyak pihak sebagai stakeholder.
"Nanti akan kami lihat pilihan apa yang paling bagus untuk mencapai tujuan nasional, yaitu meningkatkan kapasitas produksi baja nasional," ujarnyaΒ ketika ditemui di Kantornya, Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini belum ada pembicaraan secara informal. Nanti akan kami undang, jadi kami saja yang mengundang dua menteri itu yaitu Menhan dan Menperin," katanya.
Menhan Juwono Sudarsono sebelumnya meminta semua kalangan waspada terhadap rencana investasi ArcelorMittal, terkait dengan privatisasi Krakatau Steel. KS merupakan industri strategis yang mensuplai bahan baku pembuatan Alutsista bagi
pertahanan nasional.
Dephan berpandangan, privatisasi KS sebaiknya ditempuh melalui jalan IPO dan bukan dijual ke mitra strategis seperti Mittal atau lainnya. Pandangan senada juga disampaikan manajemen KS dalam pertemuan tersebut.
"Krakatau Steel memiliki daya tarik kendali industri baja, sebaiknya dipegang kalangan dari Indonesia," kata Juwono sebelumnya.
(dnl/qom)











































