Seperti dikutip BBC, Minggu (25/5/2008), pelemahan harga minyak dipicu oleh investor yang merealisasikan keuntungannya dalam 5 musim menyusul tingginya harga minyak.
Harga minyak sweet light crude di pasar New York sempat menembus rekor US$ 135,09 pada Kamis 22 Mei lalu, investor pun banyak yang merealisasikan keuntungannya sehingga harga minyak ditutup pada harga US$ 130,81 di hari Jumat 23 Mei. Namun investor masih meragukan cadangan minyak dunia dan akhirny minyak jenis ini mencapai US$ 132,19 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan minyak yang tak meningkat masih jadi kekhawatiran utama," ujar analis dari Mitsubishi Corp, Tony Nunan.
Beberapa analis sempat memperkirakan harga minyak bisa mencapai US$ 200 di tahun 2010, sementara analis lain berpendapat sebaliknya, jika faktor geopolitik mereda, maka harga minyak kembali turun.
(ddn/ddn)











































