Demikian disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008 di Pacific Place Ritz Carlton, Jakarta, Senin (26/5/2008).
"Hari jumat kemarin, dengan berat pemerintah Indonesia mengumumkan kenaikan minyak dengan 28,7% kita juga telah mengupayakan bebeapa cara juga berupaya menghemat biaya dan mencoba menggali, untuk mengatasi kenaikan harga minyak," katanya.
SBY juga menggarisbawahi bahwa keputusan tersebut diluar dari upaya pemerintah untuk mencari popularitas. Justru keputusan tersebut sebagai upaya mengimbangi rasa keadilan dari kalangan yang seharusnya menerima subsidi.
"Bahwa ini keputusan yang sulit, tetapi ini bukan mencari popularitas. Keputusan mengurangi subsidi adalah keputusan terbaik," ujarnya.
SBY pun mengatakan, dampak kenaikan dari BBM dirasakan semua kalangan baik di daerah maupun di Jakarta.
"Penting bagi kita adalah untuk memahami bahwa ini bukan hanya dialami oleh Jakarta tetapi oleh daerah lain. berat sama dipikul ringan sama dijinjing," ucapnya.
Ia juga menyambut gembira mengenai target investasi IRIF 2008 yang ditargetkan mencapai US$ 19 miliar dengan 200 proyek yang merupakan tiga kali lipat dari pencapaian dua tahun lalu.
(hen/qom)










































