Paket kebijakan ekonomi ini merupakan rencana aksi pemerintah bidang ekonomi 2008-2009 terutama dalam menghadapi tahun-tahun politik khususnya tahun depan.
"Dalam dua hari lalu ada dua peristiwa yang penting yaitu kenaikan BBM, yang telah digarisbawahi Pak Presiden untuk langkah terbaik. Juga paket kebijakan ekonomi yang telah ditandatangani oleh presiden yang belum bisa diberitahukan kepada umum salah satunya mengenai ekonomi moneter," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono kepada 300 investor dalam acara Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008, di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Senin ( 25/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya diundang sebagai kapasitas saya sebagai menko perekonomian, saya berdiri dalam jabatan lain. Saya rasa masih pantas bagi anda untuk berbagi," katanya merendah.
Boediono yang dikenal sebagai Mr Paket ini menambahkan, salah satu tujuan dari paket ekonomi ini adalah menekan dampak kenaikan BBM beberapa hari lalu dan secara umum sebagai rencana aksi yang lebih riil, sebagai upaya nyata dari kondisi politik yang semakin menghangat pada tahun ini dan tahun depan.
"Untuk meminimalkan dampak sekunder dari kenaikan harga minyak, Inpres yang baru sudah ditandatangani sudah siap diumumkan pada beberapa hari mendatang," ucap Boediono.
Paket ekonomi ini, lanjut Boediono, sebagai jaminan kepada masyarakat dari pemerintah bahwa walaupun 2 tahun sisa pemerintahan tidak terlena dengan isu-isu politik yang mulai mengental dan memanas.
Â
"Paket perekonomian merupakan rencana aksi tahun 2009 yang merupakan sebagai jaminan kepada masyarakat walaupun tahun 2009 puncak tahun politik yang mana tahun ini sudah mulai menghangat," ujarnya.
Â
Walaupun ia menekankan bahwa paket kebijakan tidak akan ada manfaatnya kalau pelaksanaannya tidak ada.
(hen/ddn)











































