Menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Joachim von Amsberg, Indonesia memiliki potensi-potensi yang besar seperti sebagai pengekspor minyak mentah dan CPO dan komoditas perdagangan lain.
"Indonesia mengekspor minyak mentah, CPO, dan komoditas lain. Ini membuat Indonesia secara keseluruhan sebenarnya menjadi pemenang di tengah goncangan harga-harga di dunia. Tinggal bagaimana mengelolanya," katanya disela seminar internasional mengenai manajemen keuangan di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (26/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
megatasi dampaknya.
Mengenai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6% tahun ini, Joachim mengaku optimis Indonesia bisa mencapainya.
"Proyeksi kami saat ini memang 6,0%. Tentu saja proyeksi ada range-nya, bisa naik bisa turun. Tetapi di tengah kesulitan ini, secara keseluruhan, Indonesia punya kondisi yang stabil untuk mencapai 6%," katanya.
Salah satu upaya pemerintah meyakinkan pasar mengenai stabilitasnya adalah dengan menaikkan harga BBM akhir-akhir ini. Karena dengan begitu, pemerintah masih memiliki cukup dana untuk menginvestasikannya ke sektor infrastruktur dan pelayanan publik.
"Saya pikir hal itu (kenaikan BBM) justru sangat-sangat menolong untuk mempertahankan keyakinan pasar. Ini juga membantu meyakinkan bahwa Indonesia jadi punya kemampuan untuk investasi, termasuk di infrastruktur dan pelayanan publik. Itu yang terpenting untuk tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi," katanya. (lih/ddn)










































