Β
Mereka memperkirakan 5 tahun kedepan sektor hilir sawit hilir Indonesia baru bisa berkembang karena diperkirakan kebutuhan masyarakat semakin banyak dan variatif seperti makanan dan lain-lain.
Β
Demikian disampaikan oleh Komisaris Utama Sime Darby Tun Musa Hitam dalam acara konferensi pers IRIF 2008 Ritz Carlton, Jakarta, Senin (25/5/2008).
Β
"Sekitar 5 sampai 10 tahun kita akan masuk ke industri hilirnya atau turunan dari sawit sejalan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia ," kata Mantan Perdana Menteri Malaysia ini.
Β
Sime Darby mulai menggarap kebun kelapa sawit Indonesia sejak tahun 1998 waktu itu mereka mulai membuka 270 ribu hektar sawit di Indonesia termasuk mengakuisisi perkebunan sawit milik konglomerat Salim.
Β
"Sekitar US$ 300 juta- U$ 400 juta pada saat awal beli. Kami sudah investasi 6 tahun dan diterima dengan baik sebagai pemodal terbesar," ujarnya.
Β
Sime Darby adalah raksasa perkebunan sawit hasil penggabungan tiga perusahaan yaitu Sime Darby, Golden Hope dan Kumpulan Guthrie yang saat ini menguasai 8% produksi minyak dunia yang memiliki pendapatan lebih dari US$ 8,05 miliar per tahun. Hingga kini Sime Darby memiliki 107.000 karyawan dengan jumlah 600.000 hektar yang tersebar di Malaysia dan Indonesia. (hen/qom)










































