Hal tersebut disampaikan Kepala BP Migas R Priyono dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut Priyono, lifting pada bulan Januari tercatat sebesar 822.936 barel per hari (bph). Lifting minyak di bulan Februari 828.872 bph, Maret 980.187 bph, April 955.492 bph dan Mei 989.880 bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan rata-rata produksi minyak pada bulan Januari 955.847 bph, Februari 986.848 bph, Maret 985.872 bph, April 973.137 bph dan Mei produksi menembus 1.036.571 bph.
Β
Priyono menekankan BP Migas akan berupaya mengurangi laju penurunan produksi minyak.
"Kami juga akan manfaatkan sumur-sumur tua, mempercepat pelaksanaan lapangan onstream 2008-2013, mengurangi laju penurunan alamiah melalui perawatan sumur dan fasilitas produksi, program perolehan lanjut, injeksi gas dan air, enhanced oil treatment," ujarnya.
Β
Direktur Hulu Pertamina Karen Agustiawan menambahkan menargetkan produksi minyak sebesar 128.000 barel per hari. "Saat ini kita sudah mencapai 112.000 bph," ujarnya.
Pada tahun 2005 produksi Pertamina mencapai 92.000 barel per hari, 2007 mencapai 110.000 bph.
(ddn/qom)











































