Melongok 'Wajah' ArcelorMittal

Laporan dari Belgia

Melongok 'Wajah' ArcelorMittal

- detikFinance
Selasa, 27 Mei 2008 08:30 WIB
Melongok Wajah ArcelorMittal
Gent, Belgia - Kontroversi rencana penjualan saham PT Krakatau Steel (Persero) makin menarik perhatian banyak pihak . Dari banyaknya calon pembeli Krakatau Steel, nama ArcelorMittal paling banyak disorot.

Penolakan demi penolakan atas rencana pembelian saham KS melalui strategic sale terus dilayangkan ke perusahaan milik Lakshmi Narayan Mittal ini. Selain manajemen, Menhan Juwono Sudarsono dan DPR tegas menolak KS.

Menhan bahkan secara terang-terangan meminta semua pihak mewaspadai kehadiran Mittal karena rekam jejaknya di sejumlah negara dinilainya kurang baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sejumlah menteri seperti Menneg BUMN dan Menperin Fahmi Idris mengaku masih mempertimbangkan investasi Mittal. Yang pasti, KS dinilai perlu menggandeng pihak ketiga untuk meningkatkan kapasitas produksinya saat ini. Peningkatan itu penting untuk mengantisipasi terus meningkatnya permintaan baja.

Bagaimana sebenarnya 'wajah' sang calon pembeli KS yang banyak mengundang kontroversi itu? Reporter detikFinance Irna Gustiawati berkesempatan untuk melongok salah satu pabrik baja utama ArcelorMittal di Gent, Belgia, Senin siang waktu setempat (26/5/2008).

Pabrik ArcelorMittal di Gent masuk dalam wilayah provinsi Flanders Timur yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Belanda. Ini karena lokasi Flanders Timur yang dekat dengan Belanda.

Pabrik baja Gent yang awalnya bernama Arbed memiliki sejarah yang panjang. Bermula dari rencana pendirinya Emile Mayrisch yang ingin membuat pabrik yang terkait industri baja maritim di kanal Terneuzen yang terhubung dengan laut utara.

Kemudian Arbed yang merupakan grup dari Arbed-Aceralia mengumumkan mergernya dengan Unisor Group asal Prancis yang seterusnya bernama Arcelor (Arbed- Acelaria- Unisor). Baru pada Desember 2006 namanya berubah lagi menjadi ArcelorMittal setelah Lakshmi Mittal melakukan akuisisi dengan proses yang cukup berliku selama enam bulan. Selanjutnya nama pabrik ArcelorMittal di Gent dinamakan ArcelorMittal Gent sesuai lokasi usahanya.

Pabrik ArcelorMittal di Gent merupakan salah satu pabrik utama di Eropa. Terletak di Ghent-Terneuzen sekitar 15 zkm dari kota Gent salah satu proinsi di utara Belgia. Hasil produksi dari pabrik Gent didistribusikan langsung melalui pelabuhan di Western Scheldt.

ArcelorMittal Gent memproduksi baja jenis hot rolled, cold rolled, coated product. Produksi baja flat digunakan untuk industri mobil, kontainer, tank dan drum, radiator, alat-alat penunjang konstruksi, perkakas rumah tangga, perlengkapan jalur kereta api.

ArcelorMittal Gent memproduksi sekitar 5 juta ton baja flat per tahun. Memiliki pelabuhan sendiri dengan kapasitas kapal 65.000 ton bobot mati (DWT). Produksi bajanya diguyur dengan panas rata-rata lebih dari 1.250 derajat celcius.

Manager Internal and External Communication Secretary to the Management Committee ArcelorMittal Gent, Jan Cornelus mengatakan ada sekitar 5.000 pekerja di pabrik ini.

Selain memproduksi baja flat, ArcelorMittal Gent juga memproduksi baja dengan karbon rendah. Produk baru juga dikembangkan dalam bentuk pembuatan electrolytic galvanising serta memproduksi baja dari baja bekas (recycle). ArcelorMittal Gent tidak memiliki bahan baku baja yakni bijih besi. Jan menjelaskan bahan baku tersebut dimpor yang sebagian besar didatangkan dari Brazil sekitar 75% serta Venezuela dan India.

Meski tidak memiliki bahan baku, ArcelorMittal telah menguasai mayoritas pasar baja di Eropa dan dunia untuk industri otomotif , kontruksi serta kemasan dan perkakas. Bahkan tahun 2008, ArcelorMittal Gent menargetkan produksi 7 juta ton baja per tahun.

Dengan memiliki bahan baku bijih besi yang melimpah, industri baja Indonesia pun seharusnya bisa mandiri dan mengejar ketertinggalannya.



(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads