Kalaupun elpiji sulit ditemui di pasaran, menurut Iin halitu lebih disebabkan panic buying karena takut harga elpiji akan naik.
"Stok ada, hanya mungkin karena pembelian yang meningkat jadi di agen cepat kosong," katanya disela acara Indonesia Petroleum Association di JHCC, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Kenyataannya, di sejumlah daerah elpiji sangat sulit ditemukan sejak akhir minggu lalu. Kalaupun ada, harganya sudah naik hingga Rp 10.000.
"Kalau ada agen yang seperti itu ya kita tegur," katanya.
Sebelumnya, Pertamina beralasan seretnya pasokan elpiji disebabkan rusaknya kilang Balongan. Untuk mengganti pasokannya, Pertamina membeli 40.000 matrik ton elpiji dari ConocoPhilips.
Namun setelah Balongan beroperasi pada minggu lalu pun, pasokan elpiji masih belum lancar. Alasannya, meski sudah start up, produksi kilang baru dimulai hari ini. (lih/qom)











































