Sebelumnya, terjadi kelangkaan yang mengakibatkan harga elpiji melambung. Hal itu dikarenakan kilang Balongan sebagai pemasok elpiji berhenti berproduksi karena sedang mengalami perawatan.
"Mulai kemarin pasokan sudah normal, SPBU 24 jam layani agen. Suplai sudah tidak ada batasan karena digrojoki dari kilang Balongan," kata Ketua Umum Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) M Nur Adib dalam perbincangannya dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (27/5/2008
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin tidak ada yang berani spekulasi sekarang, berapa saja yang diminta akan diberi," ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga elpiji disebabkan agen yang biasanya mendapat pasokan dari kilang Balongan beralih mencari ke kota lain sehingga biaya transportasi menjadi besar.
"Balongan tidak berproduksi semua antre ngisi di Jakarta atau kota lainnya. Jarak yang jauh membuat biaya transportasi naik. Kalau di lapangan barang kurang harga melambung itu biasa. Tapi saya yakin sekarang itu sudah tidak terjadi," ungkapnya. (arn/qom)











































