"Kita telah memiliki tabungan ekstra hampir US$ 2 miliar untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Jika pertumbuhan kita sekarang 6 persen, maka 2010, sangat mudah mencapai pertumbuhan 8-9 persen," ungkap Jusuf Kalla.
Ia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam acara hari II Indonesian Regional Investment Forum di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Kalla berkata, betapa menariknya Indonesia untuk investasi. Dengan 225 juta penduduk, pertumbuhan ekonomi 8-9 persen, dan hal-hal lain, Indonesia menjadi surga investasi.
"Bayangkan! 225 juta penduduk dengan pertumbuhan 8-9 persen, dengan mengurangi subsidi, mengubah gaya hidup (dari minyak tanah ke gas), lebih mudah mendapatkan izin, dan lebih banyak eksplorasi gas dan energi di Natuna dan tempat lain," kata Kalla.
"Bandingkan apa yang terjadi nanti (2010), ketika ada infrastruktur yang lebih baik, energi yang lebih banyak, dan sumber daya yang lebih baik," kata Kalla.
"Memang tanah tidak mudah lagi (didapat) karena sudah terlalu banyak investasi, tapi di sisi lain, manufaktur akan berkembang. Oil based industry, palm oil based industry, akan lebih berkembang. Apalagi nanti regulasi akan lebih mudah," pungkas Kalla.
Selain itu, pemberantasan korupsi pun tak main-main. Menurut Kalla, tak ada negara manapun di dunia selain Indonesia, di mana sejumlah anggota DPR, mantan menteri, gubernur, bupati dan walikota yang masuk penjara.
"Saya dulu menteri. Teman saya dulu sebagai menteri ada yang di penjara. Teman saya di Partai Golkar ada yang di penjara. Saya bilang (pada penegak hukum), teruskan saja. Ini demi negara," pungkas Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu.
(aba/qom)











































