7 Daerah Prospektif di 2008

7 Daerah Prospektif di 2008

- detikFinance
Selasa, 27 Mei 2008 11:09 WIB
7 Daerah Prospektif di 2008
Jakarta - Sedikitnya ada 7 daerah yang paling prospektif untuk dijadikan tempat berinvestasi di tahun ini. Ke-7 daerah itu adalah Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Halmahera dan Papua. Daerah tersebut dinilai mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi di masa datang.

"Riau dipilih karena kaya akan kelapa sawit yang harganya sedang tinggi. Tentunya akan meciptakan nilai tambah bagi investor. Selain itu berpeluang investasi di sektor pertambangannya tumbuh," ungkap Kepala BKPM M Lutfi disela-sela acara Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2008 di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (27/5/2008).

Menurut Lutfi, apabila di daerah tersebut dibangun jalur kereta api sejauh 166 kilometer dari Bukit Asam ke pelabuhan Bengkulu maka investor akan semakin berminat, karena masalah utama di daerah tersebut hanya transportasi logistik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lokasi kedua adalah Jawa Tengah karena UMP (Upah Minimpum Provinsi) murah, UMP-nya bisa berbeda Rp 450 ribu dibanding daerah di pulau Jawa lainnya. Industrialisasi di pulau Jawa akan mengarah ke Jateng," ungkapnya.

Daerah ketiga adalah Kalimantan Timur mengingat potensi pertambangan batubara yang mencapai 100 juta ton per tahunnya."Jika transportasi lebih dibangun dan dibuka, maka akan mengembangkan hidden treasure di daerah tersebut," ujarnya.

"Keempat Sulawesi Tengah karena kaya akan sumber minyak dan gas, daerah ini berpotensi menjadi pusat industri petrokimia. Sementara derah kelima adalah Gorontalo. Faktor utama daerah ini dipilih karena memiliki gubernur yang berjiwa entrepreneurship gula dan jagung tumbuh sangat berkembang di Gorontalo.Β  Daerah itu akan menjadi pusat produksi etanol," jelasnya.

Sedangkan dua daerah lainnya adalah Halmahera yang kaya akan nikel, dan Papua dipilih karena mulai dilirik menjadi pusat industri pulp and paper, serta kebun kelapa sawit.
(arn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads