Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menjelaskan biasanya pasokan untuk Jakarta dan sekitarnya didatangkan dari Balongan dan Depo Tanjung Priok.
Untuk memenuhi kebutuhan yang sekitar 2.700 matrik ton di Jakarta dan sekitarnya, elpiji dipasok dari Balongan (1.100 matrik ton) dan Tanjung Priok (1.600 matrik ton). Namun sejak kilang Balongan mengalami perbaikan, pasokan dari Balongan dialihkan ke Tanjung Priok.
"Sementara Tanjung Priok tidak didesain untuk melayani kapasitas yang segitu banyak. Akhirnya terjadilah antrean truk-truk tangki yang mengisi SPBE," katanya dalam keterangan pers di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (27/5/2008)..
Truk tangki yang biasanya bisa terlayani dengan cepat, kini harus menunggu giliran cukup lama. Hal inilah yang membuat distribusi elpiji ke sejumlah daerah menjadi terlambat.
"Dengan terjadi antrean, jadi membuat keterlambatan ke SPBE. Kami mengakui kekurangan suplai terjadi akibat sistem distribusi yang tidak selancar biasanya," katanya
Ia menegaskan, saat ini stok elpiji Pertamina untuk 12 kg maupun 3 kg cukup untuk 15 hari. Pertamina dan pemerintah juga belum berencana menaikkan harga elpiji dalam waktu dekat.
"Karenanya kita meminta agar masyarakat tidak membeli secara berlebihan. Para agen juga tolong jangan menyimpan diluar batas," tegasnya.
(lih/qom)










































