Thaksin Lirik Investasi di RI

Thaksin Lirik Investasi di RI

- detikFinance
Selasa, 27 Mei 2008 18:12 WIB
Thaksin Lirik Investasi di RI
Jakarta - Setelah digulingkan, uang milik Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksi Shinawatra kini disita oleh pemerintah. Niat Thaksin untuk berinvestasi di Indonesia pun untuk sementara ditahan.

Thaksin mengaku baru akan berinvestasi di Indonesia jika uangnya sudah 'dicairkan' oleh pemerintah Thailand.

Pernyataan tersebut disampaikan Thaksin saat menjadi pembicara dalam acara "Indonesian Regional Investment Forum 2008" di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa (27/5/2008). Thanksin memberikan pidatonya yang bertajuk "The Development of Rural and Provincial Economies For National Competitiveness".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia adalah negara yang bisa menarik PMA karena pertumbuhan dan suksesnya desentralisasi. Saya pikir dana dimana-mana, tapi butuh tempat utk investasi, tapi militer di Thailand masih menahan uang saya jadi saya belum bisa invest. Setelah dibebaskan mungkin saya akan pikirkan untuk berinvestasi di Indonesia. Saya tidak bisa investasi karena uang saya masih dibekukan," urai Thaksin.

Pemilik klub sepakbola Manchester City itu mengaku dirinya sudah berhenti menjalankan roda bisnis sejak masuk ke pemerintahan di tahun 1994. Menurutnya, bisnis harus dijalankan oleh kaum profesional.

Thaksin merupakan pendiri dari Shinawatra Computer pada tahun 1993. Thaksin sukses membawa perusahaan ini menjadi sebuah konglomerasi besar di Thailand yakni Shin Corp. Perusahaan tersebut menguasai Shin Satellite dan Advance Info Service yang merupakan jaringan telepon bergerak terbesar di Thailand.

Namun Thaksin akhirnya melepas Shin Corp ke BUMN Singapura, Temasek di tahun 2006. Pelepasan Shin Corp itulah yang memicu turunnya Thaksin dari posisi Perdana Menteri di tahun 2007.

"Di Thailand saya stop doing business sejak bergabung pada pemerintah pada 1994. Bisnis is run by professional, sekarang  perusahaan sudah dijual ke Temasek. Itu sebabnya sekarang saya berkeliling mencari pekerjaan," ujar Thaksin.

"Sangat mudah membuktikan uang saya itu milik saya, mereka menuduh saya mengkorupsi uang saya. saya sudah declare aset saya sebelum masuk politik," imbuhnya lagi.
 
Thaksi mengaku tidak banyak melakukan kegiatan di negaranya kecuali membantu kaum miskin melalui yayasan dan LSM. Thaksin juga berupaya untuk membawa investor asing ke Thailand untuk berbagi pengalaman bisnis.

Pesan untuk Indonesia

Tak lupa, Thaksin juga menyampaikan pesannya untuk Indonesia. Ia menjelaskan, pada masa pemerintahannya di Thailand, dia menerapkan kebijakan dimana perekonomian daerah dan pedesaan harus dikembangkan dan menjadi tulang punggung dari perkembangan ekonomi nasional.
 
"Karena itu saat ini meskipun saya saat ini tidak lagi menjabat, saya masih meneruskan kontribusi saya untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan juga sumber daya alamnya," katanya.
 
Dikatakan Thanksin dominasi dari perkembangan ekonomu perkotaan harus diseimbangkan dengan ekonomi pedesaan agar negara bisa meningkatkan kompetisi dan kesejahteraan yang merata bagi masyarakatnya.
 
Diceritakannya pada saat krisis di Asia pada 1997, banyak perusahaan yang bangkrut dan industri harus direstrukturisasi, krisis tersebut menghantam ekonomi di perkotaan secara keras dan dahsyat.
 
"Tapi-paling tidak di Thailand, ekonomi pedesaan tidak terkena dampak yang keras seperti ekonomi perkotaan. Ekonomi pedesaan lebih kuat, karena itu penting sekali untuk memperkuat perekonomian pedesaan atau daerah di luar perkotaan," tuturnya.

Ia juga meminta negara-negara mengutamakan ketahanan pangan dan energi. Thaksin menilai negara-negara di Asia lebih tahan dibandingkan negara lain untuk menghadapi krisis.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads