"Saya sudah baca berita. Setelah dihitung, nilainya jauh dibawah itu. Angkanya nggak realistis. Tanya ke Globe aja deh," ketusnya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Menurut majalah Globe, nilai kekayaan menteri yang biasa disapa Ical itu berarti meningkat 9 kali lipat dari data kekayaan 2007 yang sekitar US$ 1,05 miliar. Ical diuntungkan oleh lonjakan harga komoditas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Aburizal Bakrie (Bakrie Group) US$ 9,2 miliar
2. Budi Hartono (Djarum) US$ 6,8 miliar
3. Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas) US$ 3,8 miliar
4. Sudono Salim (Salim Group) US$ 3,04 miliar
5. Putera Sampoerna (Sampoerna Capital) US$ 2,42 miliar.
6. Rachman Halim (Gudang Garam) US$ 2 miliar.
7. Sukanto Tanoto (Raja Garuda Mas) US$ 1,43 miliar
8. Eddy William Katuari (Wings Group) US$ 1,21 miliar
9. Prajogo Pangestu (Barito Pacific) US$ 1,2 miliar
10. Murdaya Poo (Berca) US$ 1,1 miliar.
Sementara 5 besar untuk Asia Tenggara:
1. Aburizal Bakrie (Indonesia) US$ 9,2 miliar
2. Robert Kuok (Malaysia) US$ 7,6 miliar
3. Ananda Krishnan (Malaysia) US$ 7,4 miliar
4. Budi Hartono (Indonesia) US$ 6,8 miliar
5. Ng Teng Fong (Singapura) US$ 6,7
(lh/qom)











































