Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di Gedung Juanda Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (28/5/2008).
"Kekayaan bersih yang positif ini dikarenakan pertambahan aset yang sangat besar, dimana berdasarkan audit BPK pada LKPP 2007 nilai aset pemerintah berjumlah Rp 1.600,21 triliun. Jadi pertambahan cukup banyak," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertambahan aset pemerintah terutama bersumber dari aset KKKS yang baru diidentifikasi yang sebesar Rp 232,42 triliun," ujarnya.
Menkeu mengaku puas dengan laporan realisasi APBN tahun anggaran 2007 yang setelah diaudit menunjukan berbagai perbaikan
Perbaikan pertama adalah pendapatan negara dan hibah setelah diaudit realisasinya sebesar Rp 707,81 triliun, atau meningkat dari APBNP 2007 yang rencananya Rp 694,09 triliun.
"Untuk belanja negara realisasinya juga meningkat menjadi Rp 757,6 triiun atau lebih tinggi dari APBNP 2007 yang sebesar Rp 752,3 triluun," ujarnya
Sedangkan mengenai defisit, Menkeu mengatakan realisasi defisit pemerintah di tahun 2007 lebih kecil dari perkiraan yakni menjadi Rp 49,84 triliun. Padahal perkiraan semula defisit sebesar Rp 58,29 triliun.
Namun apabila dibandingkan realisasi tahun 2006 defisit ini meningkat, di 2006 total defisit anggaran hanya sebesar Rp 29,14 triliun.
Total pembiayaan berdasarkan realisasi 2007 menurun menjadi Rp 42,45 triliun dari perkiraan semula sebesar Rp 58,29 triliun.
"Sudah cukup banyak perbaikan dalam penyelenggaraan akuntansi pada sebagian besar jajaran satuan kerja pemerintah yang hasilnya ditujukan dalam LKPP tahun 2007," ungkap Menkeu.
"Tadinya kan kekayaan bersih kita negatif, banyak orang bilang negara kita mau bangkrut. Sekarang positif cukup banyak perbaikan," tambahnya.
(arn/ddn)











































