"Ada kabar bagus dari Inpex. Berdasarkan hasil discovery di lapangan Masela. Ternyata ditemukan potensi cadangan gas yang lebih besar," kata Dirjen Migas Luluk Sumiarso dalam sambutan di Indonesia Petroleum Association di JCC, Jakarta, Rabu (28/5/2008).
Hal yang sama diakui Executive Officer & General Manager Inpex Corporation Jakarta Office Hirohisa Ota.
"Kami sudah menyerahkan PoD ke BP Migas, kami harap bisa segera mendapat persetujuan pemerintah. Karena potensi gas di lapangan ini sangat besar," ujarnya.
Dalam Plan of Development (PoD) tersebut, akhirnya Inpex selaku operator Masela memilih menggunakan floating storage untuk mengangkut gas dari Masela ke daratan lain.
"Kapasitas floating storage-nya diperkirakan sekitar 4-4,5 matrik ton. Tapi itu tergantung cadangan pastinya nanti," katanya.
Sebelumnya ada tiga pilihan, yaitu mengangkutnya dengan pipa ke Palung Aru namun terkendala banyak palung curam, membawa ke daratan terdekat namun masuk wilayah Australia, atau menggunakan floating storage ke Indonesia.
Ota menambahkan, diperkirakan masa produksi bisa berlangsung selama 20 tahun. Total investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan Masela mencapai lebih dari US$ 5 miliar. (lih/qom)











































