Demikian dikatakan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di gedung Depdag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
"Sekarang ini 6,4% PDB disumbang dari ekonomi kreatif. Dalam cetak biru itu berisi mengenai visi misi mengenai target-target, tahun 2015 harus menyumbang berapa 7%- 8%, ekspor, penciptaan lapangan kerja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini pasar dalam negeri cukup kuat,Β sehingga menjadi potensi industri kreatif. Langkah terakhirnya adalah langkah aksi, yang akan dibahas dalam konvensi dan lokakarya dan sebagainya," katanya.
Menurut Mari, selama ini sentra industri kreatif berada di Bandung, Jogja, Solo, Bali dan beberapa daerah lainnya. Untuk itu pengembangan wilayah industri kreatif diperlukan sejalan dengan cetak birunya.
Walaupun ia mengakui selama ini pengembangan industri kreatif masih terbentur oleh 5 permasalahan utama yaitu masalah kualitas dan kuantitas produk, iklim kondusif terkait memulai usaha ini, masalah apresiasi atau penghargaan terhadap produk yang dihasilkan dan percepatan pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi.
Rencananya cetak biru industri kreatif akan diluncurkan secara resmi pada acara pekan produk budaya Indonesia yang ke-2 di JCC dari tanggal 4-8 Juni 2008. Pada acara itu Presiden SBY akan membuka secara langsung pergelaran akbar tersebut. Yang selanjutnya akan di tutup oleh Wapres Jusuf Kalla. (hen/arn)











































