Harga BBM Naik, Target Pertumbuhan Ekspor Tetap

Harga BBM Naik, Target Pertumbuhan Ekspor Tetap

- detikFinance
Kamis, 29 Mei 2008 14:51 WIB
Harga BBM Naik, Target Pertumbuhan Ekspor Tetap
Jakarta - Departemen perdagangan memastikan target pertumbuhan ekspor non-migas tahun 2008 akan tetap bertengger dikisaran 12% hingga 12,5%. Menyusul proyeksi akan adanya koreksi terhadap pertumbuhan ekonomi akibat kenaikan BBM.

Demikian dikatakan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam acara konferensi pers di gedung Depdag, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Kamis (29/5/2008).

"Target ekspor tetap 12% hingga 12,5%, memang ada dua estimasi target ekspor. Misalnya pada target pertumbuhan ekonomi 6,8% target ekspor mencapai 14,5%, setelah dikoreksi menjadi 6,4% menjadi 11,2% begitu pula dengan pertumbuhan 6%, ekspor tetap 11,2%," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari estimasi pertama tersebut, menurut Mari pihaknya memiliki proyeksi tersendiri mengenai pertumbuhan ekspor, artinya Depdag akan tetap memegang pada target pertumbuhan 12%-12,5%.

"Depdag punya target sendiri pada 14,5% yang diturunkan menjadi 12%," jelas Mari.

Optimisme ini menurut Mari, tidak terlepas dari pencapaian ekspor pada kuartal pertama 2008 yang cukup memuaskan. Sehingga walaupun pertumbuhan ekonomi diturunkan menjadi 6% pertumbuhan ekspor bisa mencapai 12% sampai
14,5%.

"Ekspor untuk sementara hitungan di Bappenas, kalau 6% dari sisi permintaan konsumsi dan investasi turun sedikit ekspor dan impor tidak terlalu berubah," tambah Mari.

Mari menambahkan, ada beberap produk yang mengalami kenaikan nilai ekspor, namun justru volumenya berkurang misalnya produk CPO, yang mengalami penurunan volume tetapi nilai ekspor naik mencapai 40% -50%.

Selain itu ada beberapa produk yang memiliki pertumbuhan volume dan nilai yang berjalan seiringan adalah ekspor untuk komponen dan CBU untuk industri otomotif, bahkan produk karet mengalami hal yang sama.

"Untuk sektor retail selama ini, menurut saya tidak terlalu terpengaruh. Kalau perdangangan umum begitu pertumbuhan turun maka akan turun kemungkinan ada revisi sedikit yaitu 1% atau 0,5%," ucapnya. (hen/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads